Berita

95 Persen Bacaleg di Agam Belum Penuhi Syarat

LUBUKBASUNG, KPU-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam mengungkapkan bahwa sebanyak 95 persen bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) dari jumlah 700 orang yang sudah mendaftar dinyatakan belum memenuhi syarat untuk mengikuti Pemilu 2024. Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, KPU Agam, Zainal Fatli menyebutkan, dari hasil verifikasi administrasi yang dilakukan KPU Agam beberapa waktu lalu, ditemukan hanya 5 persen dari 700 Bacaleg yang memenuhi persyaratan. "Dari seluruh Bacaleg sebanyak 700 orang yang sudah mendaftar, hanya 5 persen yang berstatus MS atau memenuhi syarat. Sedangkan 95 persen lagi berstatus BMS atau belum memenuhi syarat," kata Zainal Fatli kepada KABA12, Selasa (4/7). Ia menyebutkan, dalam pemeriksaan berkas Bacaleg, pihaknya melakukan 2 verifikasi yaitu kegandaan Bacaleg secara internal, dan ganda eksternal. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan banyak Bacaleg yang memiliki data ganda secara internal maupun eksternal. "Ini salah satu penyebab para Bacaleg itu belum memenuhi syarat," ujarnya. Selanjutnya penyebab Bacaleg belum memenuhi syarat administrasi yakni pada upload dokumen yang tidak sesuai prosedur. Apalagi syarat yang disampaikan itu bersifat kolektif, sehingga jika ada 1 syarat tidak memenuhi syarat maka akan berdampak pada status Bacaleg tersebut. "Syarat yang disampaikan Bacaleg itu sifatnya kolektif. Artinya dari seluruh syarat yang disampaikan, jika 1 saja tidak memenuhi syarat maka akan berdampak pada status BMS pada Bacaleg tersebut," sebutnya. Kendati begitu, pihaknya menghimbau para pimpinan partai politik, pengurus partai, LO, dan Bacaleg untuk menyegerakan untuk melengkapi syarat tersebut. Masa perbaikan dokumen itu berlangsung sejak tanggal 26 Juni sampai 9 Juli 2023. "Kami menghimbau kepada Bacaleg untuk segera segera melakukan perbaikan berkas dokumen sesuai persyaratan sampai tanggal 9 Juli. Kemudian apabila sudah dilengkapi, Bacaleg diminta segera berkonsultasi pada KPU untuk melakukan pengecekan ulang terkait berkas administrasi yang belum lengkap," jelasnya.* (Sumber: Kaba12)

Apel Perdana, Jajaran KPU Agam Diajak Meneladani Sifat Nabi Ibrahim

LUBUKBASUNG, KPU- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam melaksanakan apel perdana pasca libur Idul Adha dan cuti bersama di halaman Kantor KPU Agam di Lubuk Basung, Senin (3/7). Apel dipimpin Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan Data dan Informasi Defrizal.  Hadir dalam kesempatan itu Kasubag Teknis Penyelenggara Pemilu, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat, Zenli Iswandi, S.I.P, Kasubag Keuangan, Umum dan Logistik, Feri Aprinal, S.H, M.Si. Kemudian Kasubag Hukum dan SDM, Welzi Martson, S.H, dan Staf Sekretariat KPU Kabupaten Agam.  Apel dihadiri hampir seratus persen jajaran pimpinan sekretariat dan staf KPU Kabupaten Agam. Melalui kehadiran apel pasca cuti ini dapat dilihat komitmen keseriusan jajaran KPU Kabupaten Agam dalam menjalankan tugas tugas kepemiluan. Dalam kesempatan itu Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan Data dan Informasi Defrizal selaku pembina upacara mengingatkan kembali seluruh jajaran KPU Kabupaten Agam siap secara fisik dan mental dalam menjalankan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu).  “ Masih banyak tahapan yang harus dilaksanakan oleh KPU sebagai lembaga yang diberi wewenang oleh undang-undang sebagai penyelenggara Pemilu. Oleh sebab itu SDM yang ada di KPU juga harus siap menjalankannya,” kata Defrizal.  Dalam kesempatan tersebut Defrizal juga menyinggung keteladanan Nabi Ibrahim. Menurutnya, ketaatan dan kesabaran Nabi Ibrahim adalah suri tauladan yang patut dicontoh. Ibadah haji dan qurban merupakan amal ibadah yang mendorong kesalehan sosial. Dengan hal itu diharapkan juga menghilangkan sifat-sifat yang tidak baik pada diri manusia.  “ Mari jadikan momen Hari Raya Idul Adha untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesabaran dalam menjalankan tugas-tugas kepemiluan. Kita berharap dengan seluruh tahapan bisa dijalankan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan,” tutupnya.* (Media Publikasi: Minangkabaunews)

Masyarakat Diminta Awasi Proses Pemungutan dan Perhitungan Suara 

LUBUKBASUNG, KPU- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyiapan perumusan kebijakan pemungutan dan perhitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024.  Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Dr.Khairul Fahmi,SH., MH. Beliau adalah seorang praktisi kepemiluan dan dosen tetap Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas. Kemudian Samaratul Fuad seorang Advokat, saat ini terlibat aktif dalam kepemiluan sebagai Ketua Majelis Anggota Wilayah Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia Sumbar. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam, Herman Susilo dikonfirmasi Minggu (2/7) mengatakan, KPU Agam telah menggelar FGD terkait penyiapan perumusan kebijakan pemungutan dan perhitungan suara. Dikatakannya, melalui FGD tersebut persoalan-persoalan terkait dengan pemungutan dan perhitungan suara telah diungkap. Narasumber berkompeten memberikan poin-poin persoalan kemudian dimintai masukan dan didiskusikan dengan peserta  yang berasal dari masyarakat, ormas, perwakilan partai politik. " Alhamdulillah kegiatan FGD kita di Aula Kantor Bupati Agam, Minggu (25/6) lalu berjalan lancar. Tanggapan dan saran dari masyarakat ini sangat penting. Materi yang didiskusikan pada forum itu sudah dicatat dengan baik, sebagai masukan untuk pertimbangan perumusan kebijakan bagi pimpinan KPU," jelasnya.   Sementara dalam kegiatan FGD Dr.Khairul Fahmi,SH., MH. mengatakan, pemungutan suara dan perhitungan merupakan hal yang paling mendasar dalam proses pesta demokrasi, baik itu pemilihan anggota legislatif, kepala daerah, dan pemilihan presiden. Lewat pemungutan suara itulah nantinya legitimasi didapatkan oleh wakil rakyat dan pemerintah. Dikatakannya, untuk mendapatkan pemimpin yang baik tentu prosesnya harus baik. Oleh sebab itu pemungutan suara merupakan pintu pertama yang harus dijaga secara bersama-sama, tidak hanya lembaga berwenang. Dalam perjalanannya demokrasi selalu berproses, menuju pelaksanaan yang jauh lebih baik lagi.      Khairul Fahmi juga menyinggung pelaksanaan pemilu di Sumatera Barat. Menurutnya, "urang awak itu hebat" sehingga hasil pemilihan di Sumbar itu sulit ditebak. Menurutnya, masyarakat yang pintar akan logis dalam memilih.  " Selain itu masyarakat kita belum berusaha mematuhi hukum, selalu mencari celah. Adanya Praktik Kecurangan oleh oknum tertentu jangan sampai menjadi penyebab keruntuhan demokrasi. Kita berharap praktik tidak terpuji dalam pemilu menurun dengan aturan yang ada sekarang," ungkapnya.  Sementara itu Ketua Majelis Anggota Wilayah Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia Sumbar, Samaratul Fuad mengatakan, suksesnya tahapan pemilu bukan tugas KPU dan Bawaslu saja, namun perlu dukungan seluruh stakeholder terkait dan masyarakat.  Menurutnya, salah satu persoalan penting yang menjadi persoalan yang tidak berujung itu adalah terkait kecurangan. Siapapun yang kalah pasti merasa dicurangi. Namun apakah praktik curang itu dilakukan, tentu butuh pembuktian.  " Potensi paling besar dugaan kecurangan itu di tempat pemungutan suara. Pada  tahapan ini mungkin saja terjadi. Pada tingkat selanjutnya sulit dilakukan. Oleh sebab itu masyarakat silahkan ikut awasi pemungutan dan perhitungan suara secara langsung, tidak hanya Bawaslu saja," jelasnya.   Sementara PLH Ketua KPU Kabupaten Agam Zainal Abadi, saat pembukaan mengatakan, FGD ini diharapkan memberikan sumbangsih terhadap rumusan pimpinan agar pelaksanaan pemungutan dan perhitungan pada masa selanjutnya jauh lebih baik.   " Pelaksanaan pemilihan sebelumnya harus menjadi pengalaman, hendaknya hal-hal buruk yang tidak diinginkan bisa dihindarkan pada pemilihan serentak 2024," jelas Zainal. Kegiatan FGD tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam Elvys. Perwakilan partai politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, TNI, Polri, LKAAM, dan media massa. Jalan diskusi dipandu Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Nining Erlina Fitri. Turut Hadir dalam kesempatan itu Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Zainal Fatli, Ketua Divisi Data dan Informasi Lizawati Fitri dan Sekretariat KPU Kabupaten Agam. * (Media Publikasi: Padangekspres)

DPT Pemilu 2024 Nasional 204,8 Juta Pemilih

JAKARTA, KPU- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Penetapan DPT dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tingkat Nasional Pemilu Tahun 2024, di Gedung KPU, Minggu (2/7). Hadir memimpin rapat pleno Ketua KPU Hasyim Asy'ari, Anggota KPU Betty Epsilon Idroos, Mochammad Afifuddin, August Mellaz, Idham Holik, Yulianto Sudrajat, bersama Sektretaris Jenderal KPU Bernad Dermawan Sutrisno. "Dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim maka rapat pleno dalam rangka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024 dinyatakan dibuka," ujar Hasyim. Rapat kemudian berlanjut dengan dimoderatori Betty Epsilon Idroos selaku Ketua Divisi Data dan Teknologi Informasi yang mempersilakan masing-masing ketua divisi data dan teknologi Informasi KPU/KIP di 38 provinsi membacakan hasil rekapitulasi daftar pemilih tetapnya ditingkat provinsi. Dengan laporan, Provinsi Aceh 3.749.037 pemilih, Provinsi Sumatera Utara 10.853.940 pemilih, Sumatera Barat 4.088.606 pemilih, Provinsi Riau 4.732.174 pemilih, Provinsi Jambi 2.676.107 pemilih, Provinsi Sumatera Selatan 6.326.348 pemilih, Provinsi Bengkulu 1.494.828 pemilih, Provinsi Lampung 6.539.138 pemilih, Provinsi Kep Bangka Belitung 1.067.434 pemilih, Provinsi Kep Riau 1.500.974 pemilih.  Provinsi DKI Jakarta 8.252.897 pemilih, Provinsi Jawa Barat 35.714.901 pemilih, Provinsi Jawa Tengah 28.289.413 pemilih, Provinsi DI Yogyakarta 2.870.974 pemilih, Provinsi Jawa Timur 31.402.838 pemilih, Provinsi Banten 8.842.646 pemilih, Provinsi Bali 3.269.516 pemilih, Provinsi Nusa Tenggara Barat 3.918.291 pemilih, Provinsi Nusa Tenggara Timur 4.008.475 pemilih, Provinsi Kalimantan Barat 3.958.561 pemilih, Provinsi Kalimantan Tengah 1.935.116 pemilih. Provinsi Kalimantan Selatan 3.025.220 pemilih, Provinsi Kalimantan Timur 2.778.644 pemilih, Provinsi Kalimantan Utara 504.252 pemilih, Provinsi Sulawesi Utara 1.969.603 pemilih, Provinsi Sulawesi Tengah 2.236.703 pemilih, Provinsi Sulawesi Selatan 6.670.582 pemilih, Provinsi Sulawesi Tenggara 1.867.931 pemilih, Provinsi Gorontalo 881.206 pemilih, Provinsi Sulawesi Barat 985.760 pemilih, Provinsi Maluku 1.341.012 pemilih, Provinsi Maluku Utara 953.978 pemilih, Provinsi Papua 727.835 pemilih, Provinsi Papua Barat 385.465 pemilih, Provinsi Papua Selatan 367.269 pemilih, Provinsi Papua Tengah 1.128.844 pemilih, Provinsi Papua Pegunungan 1.306.414 pemilih, Provinsi Papua Barat Daya 440.826 pemilih. "Terima kasih 38 KPU provinsi yang sudah membacakan rekapitulasi provinsinya," ujar Betty. Betty pun melanjutkan dengan membacakan  jumlah pemilih dalam negeri untuk 514 kab/kota, 7.277 kecamatan, 83.731 desa/kelurahan, 820.161 TPS, terdiri atas pemilih laki-laki 101.467.243, pemilih perempuan 101.589.505 dengan jumlah pemilih dalam negeri Pemilu 2024 se-Indonesia sebanyak 203.056.748. Dilanjutkan dengan membacakan jumlah pemilih untuk pemilih luar negeri di 128 negara perwakilan, dengan jumlah PPLN, KSK dan Pos sebanyak 3.059, jumlah pemilih laki-laki 751.260, perempuan 999.214, total pemilih laki-laki dan perempuan di luar negeri 1.750.474.  "Total rekap nasional pemilih dalam dan luar negeri dengan 514 kab/kota, 128 negara perwakilan, jumlah kecamatan 7.277, jumlah desa/kelurahan 83.731, jumlah TPS/TPSLN, KSK, Pos 823.220, jumlah pemilih laki-laki 102.218.503 dan pemilih perempuan 102.588.719 perempuan dengan total pemilih laki-laki dan perempuan 204.807.222," tutur Betty.  Sebelum menutup, Betty pun kembali menjabarkan proses pemutakhiran data pemilih, juga aturan yang mengikat baik dalam proses pemutakhiran maupun kewajiban untuk melindungi beberapa elemen data pemilih sebagai data yang dirahasiakan. Kegiatan selanjutnya diisi dengan masukan dan tanggapan dari peserta rapat pleno terbuka.  Hadir mengikuti jalannya rapat pleno terbuka, Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Setjen KPU, Anggota Bawaslu Puadi, Totok Hariyono, Loly Suhenty, Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Hubungan Antarlembaga Kemlu, Habib Muhsin Syihab, Kepala Pusat Kebijakan Kemenkum Ham, Syarifuddin, Staf Ahli Tk III Bidang Komsos Mabes TNI Mayjen Prince Meyer Putong, Direktur Politik Baintelkam Polri Brigjen Pol Yuda Gustawan. Perwakilan PPLN Kuwait dan PPLN Meksiko, perwakilan partai politik peserta Pemilu 2024 dan LSM pemerhati pemilu.*  (Sumber: KPU RI) 

Ketua KPU Agam Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke 77

LUBUKBASUNG, KPU- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam Herman Susilo menghadiri Upacara Hari Bhayangkara yang ke 77 di halaman Kantor Bupati Agam, di Lubuk Basung, Sabtu (1/7). Upacara berlangsung sederhana dan Khidmat.  Upacara dipimpin langsung Kapolres Agam AKBP Ferry Ferdian. Kegiatan ini dihadiri Bupati diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Kabupaten Agam, Rahman. Turut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Agam, kepala OPD di Kabupaten Agam.  Pada momen Hari Bhayangkara Ke-77 Kapolres Agam AKBP Ferry Ferdian di lapangan Kantor Bupati Agam juga memberikan penghargaan antara lain bagi personil dan wali nagari berprestasi. Ferry Ferdian juga berpesan agar personil menjalankan tugas dengan sebaik mungkin sebagaimana yang diarahkan pimpinan.  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam Herman Susilo usai upacara mengatakan, atas nama keluarga besar KPU Kabupaten Agam, ia mengucapkan selamat dan sukses Hari Bhayangkara yang ke-77.  Herman Susilo menjelaskan, Polri merupakan salah satu mitra strategis KPU dalam penyelenggaraan pemilihan. Sejauh ini sinergi KPU Agam dengan Polres Agam sudah sangat baik. Ia berharap kolaborasi dan sinergi dengan pihak kepolisian pada masa yang akan datang jauh lebih baik erat lagi.   " Segenap jajaran KPU Kabupaten Agam mengucapkan selamat hari jadi Bhayangkara ke-77 Tahun. Sebagaimana tagline tahun ini, kami yakin Polri presisi untuk negeri, sehingga menciptakan "Pemilu damai menuju Indonesia emas," tutup Herman Susilo.  Setelah upacara, rangkaian acara dilanjutkan dengan syukuran di Aula Wibisono Mapolres Agam dengan  pemotongan nasi tumpeng yang diberikan Kepada Personil Polres Agam tertua dan termuda, dan pemotongan kue dari Forkopimda Agam. * (Media Publikasi: RRI)

Jumlah DPT Sumbar untuk Pemilu 2024 Sebanyak 4.088.606

SUMBAR, KPU- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat merilis, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk konsestasi Pemilihan Umum alias Pemilu 2024 mendatang, ada sebanyak 4.088.606 jiwa dengan rincian 2.207.360 pemilih tetap laki-laki dan 2.061.246 diantaranya, merupakan pemilih tetap perempuan. Ia mengatakan sekitar 4 juta lebih DPT di Provinsi Sumbar akan menggunakan hak pilihnya di 17.569 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 179 Kecamatan, 1.265 Desa atau Nagari di seluruh wilayah di Provinsi Sumatera Barat. Ketua KPU Sumatera Barat, Surya Efitrimen menyebut jika jumlah DPT itu, sudah disampaikan dan disahkan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan DPT Pemilu tahun 2024 tingkat Provinsi Sumatera Barat pada Selasa kemarin. "4 juta lebih DPT ini nantinya akan menggunakan hak pilihnya di 17.569 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 179 Kecamatan, 1.265 Desa atau Nagari di seluruh wilayah di Sumatera Barat,"kata Surya Efitrimen, Jumat 30 Juni 2023. Dia bilang, seluruh proses pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih tahun 2024 di Sumbar dilakukan oleh Tim KPU Sumbar. Setiap proses dalam tahapannya, selalu diawasi oleh Bawaslu Sumatera Barat mulai dari awal pemilihan petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). "Menurut saya data DPT ini penting, karena akan menjadi dasar bagi KPU untuk melaksanakan pengadaan logistik pemilu dan perlengkapan seperti pengadaan surat suara dan lain sebagainya,"ujar Surya Efitrimen. KPU kata Surya Efitrimen, berharap partisipasi aktif di Rapat Pleno Rekapitulasi dan penetapan DPT jelang Pemilihan Umum tahun 2024, sehingga masyarakat Sumbar  yang memenuhi syarat dapat memilih dengan hak mereka yang sah dan terpenuhi. "Berdasarkan data untuk Kabupaten dan Kota yang memiliki jumlah DPT paling banyak adalah, Kota Padang dengan total pemilih 666.178 pemilih dengan rincian 325.912 pemilih tetap laki-laki dan 340.266 pemilih tetap perempuan,"tutup Surya Efitrimen.* (Sumber: Viva.co.id)

Populer

Belum ada data.