BERITA

KPU Agam latih 55 relawan demokrasi tentang Pemilu

KPU Agam latih 55 relawan demokrasi tentang Pemilu

Komisioner
KPU Kabupaten Agam, berfoto bersama dengan relawan demokrasi di Aula
Hotel Sakura Syariah, Selasa (21/1/2019). (Dok KPU Agam)

Lubuk Basung, Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memberikan pelatihan kepada 55 relawan demokrasi terkait materi tentang Pemilu agar mereka lebih maksimal
memberikan Sosialisasi kepada masyarakat sehingga pesta demokrasi itu
berjalan dengan baik.

Pelatihan itu digelar di Hotel Sakura Syariah Lubukbasung selama dua hari dimulai pada 21-22 Januari 2019.

Ketua
KPU Agam, Riko Antoni di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan, pelatihan itu
dengan narasumber dari komisioner KPU Sumbar, Izwaryani, Koordinator
Komite Independent Pemantau Pemilu (KIPP) Sumbar, Samaratul Fuad, mantan Anggota KPU Sumbar, Mufti Syarfie dan lainnya.

“Narasumber memberikan materi sesuai bidang yang mereka miliki terkait Pemilu,” katanya.

Dengan pelatihan itu, maka mereka lebih maksimal memberikan sosialisasi tentang Pemilu di tengah-tengah masyarakat.

Ia
mengatakan, ada 10 basis yang akan disasar oleh relawan demokrasi
yakni, basis pemilih pemula dengan sasaran pemilih yang berusia 17-22
tahun. Basis anak muda dengan organisasi-organisasi kepemudaan.

Sementara basis perempuan untuk sasaran pertemuan-pertemuan kelompok perempuan seperti, PKK, Posyandu dan lainnya.

Basis
keluarga untuk suku, golongan, dan pertemuan-pertemuan
keluarga. Basis keagaaman, relawan memanfaatkan pertemuan-pertemuan
keagamaan untuk sosialisasi Pemilu.

Selain itu basis disabilitas,
pemilih khusus dan kelompok marginal yang selama ini jarang tersentuh
sosialisasi seperti, orang dengan difabel, orang pinggiran, buruh
perkebunan, petugas, pasien di rumah sakit, petugas dan warga binaan di
Lapas.

“Relawan demokrasi ini direkrut dari basis-basis
kewargaan, dan akan menjadi kelompok-kelompok basis yang profesional untuk
mensosialisasikan tentang Pemilu,” katanya.

Relasi ini diharapkan
menjadi simpul-simpul di tengah masyarakat sebagai bagian dari
pendidikan pemilih dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih baik
secara kuantitas maupun kualitas.

Sementara itu, Komisioner KPU
Provinsi Sumbar, Izwaryani, menambahkan, relawan demokrasi ini merupakan
bagian dari partisipasi masyarakat yang menjadi perpanjangan tangan
KPU.

“Pembentukan relawan demokrasi itu bertujuan meningkatkan
kualitas Pemilu dan meningkatkan partisipasi Pemilu. Mereka bekerja
sesuai dengan kode etik relawan,” katanya.

Koordinator Komite
Independent Pemantau Pemilu (KIPP) Sumbar, Samaratul Fuad berharap
relawan demokrasi menjaga independensi, siap hadir, mudah diakses oleh
warga, dan menjaga etika yang ada di masyarakat.

“Relawan hadir
bukan merubah kebiasaan warga, tapi ikut dengan kebiasaan warga untuk
sosialisasi Pemilu,” katanya. (*)

Comment here